Fenomena Sepeda Online di Cina

KBRN, Nanjing : Selain jumlah penduduknya yang padat, Cina juga terkenal akan kemajuan perdagangannya. Terutama di era globalisasi atau keterbukaan informasi seperti saat ini, industri e-commerce Cina memiliki kemajuan yang sangat pesat seperti Taobao, JD.com, Alibaba, Dangdang Inc. dan masih banyak lagi. Tidak ketinggalan kendaraan sepeda turut meramaikan industri e-commerce di Cina. Berbagai macam jenis sepeda online dapat dengan mudah dijumpai di jalanan kota-kota besar Cina.

Prosedur Penggunaan Sepeda Online

Seperti contohnya di kota Nanjing, Provinsi Jiangsu terdapat lebih dari ima perusahaan yang menyediakan jasa sepedaonline ini. Salah satu contohnya adalah Ofo, sepeda ini memiliki ciri khas berwarna kuning dan memiliki unit yang sangat banyak. Pengguna jasa Ofo dapat mengunduh aplikasi di smartphone mereka dan melakukan proses pendaftaran. Setelah berhasil melakukan pendaftaran, pengguna jasa harus membayar deposit sebesar 99 RMB atau berkisar dua ratus ribu rupiah.

Namun jangan khawatir karena deposit tersebut akan kembali ke rekening pengguna jasa jika mereka telah selesai menggunakan sepeda tersebut. Selanjutnya aplikasi akan memberikan konfirmasi dan kode untuk membuka kunci sepeda. Cukup mudah bukan? Untuk biaya sewanya sendiri Ofo memberikan tarif sebesar 1 RMB per jam atau sekitar dua ribu rupiah. Harga yang sangat murah dengan manfaat kita tidak perlu mengambil resiko kehilangan atau kerusakan dibandingkan jika  kita menggunakan sepeda pribadi. Setelah selesai pengguna jasa dapat mematikan aplikasi dan meletakkan sepeda di sudut-sudut kota yang diperbolehkan untuk memarkir sepeda.

Ketika diwawancara oleh RRI (31/03/2017), Syabi salah seorang pelajar Indonesia di Nanjing sekaligus pengguna aktif Ofo ini memberikan komentar yang sangat positif.

“Ofo ini memiliki unit yang sangat banyak di Nanjing, khususnya di tengah kota. Saya bisa dengan sangat mudah menemukan sepeda Ofo ini di sudut-sudut kota.”

Syabi pun menambahkan bahwa ketika ia hanya menggunakan sepeda Ofo dengan jarak dekat dan dalam kurun waktu sepuluh menit, aplikasi itu tidak mengenakan biaya sepeser pun ke rekening miliknya. Oleh karena itu Syabi menilai bahwa Ofo ini sangat menguntungkan dan mendukung mobilitasnya sebagai mahasiswa.

Selain Ofo, perusahaan lainnya yang menyediakan jasa penyewaan sepeda online di Nanjing ini adalah Mobike, Dingding, Bluegogo, Changxing dan E-Bicycle. Setiap perusahaan memiliki kelebihannya masing-masing seperti modelnya yangstylish, harga sewanya yang sangat murah dan ada juga sepeda yang memakai kekuatan listrik sehingga pengguna jasa tidak perlu letih mengayuh seperti pada sepeda manual. Berdasarkan kelebihan inilah para penyedia jasa sepeda memberikan tarif deposit berbeda-beda. Tarif deposit ini bervariasi diantara Rp200.000,00 s.d. Rp600.000,00 atau 99 s.d. 299 RMB. Pemerintah Cina sendiri juga tidak mau ketinggalan dari perusahaan swasta dalam menyediakan layanan sepedaonline bagi masyarakatnya. Di Nanjing sendiri terdapat sepeda publik dengan sistem menggunakan kartu dan deposit sekitar 250 RMB atau lima ratus ribu rupiah. Namun, tarif sepeda publik ini gratis pada dua jam pertama penggunaan.

Penerapan Industri Sepeda Online di Cina

Maraknya penyedia maupun pengguna jasa sepeda online di Cina menandakan bahwa era teknologi seperti saat ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi pebisnis guna meraih keuntungan yang maksimal. Aplikasi smartphone yang banyak dimanfaatkan oleh pebisnis ini sangatlah praktis dan mudah digunakan para pembeli. Selain itu, perkembangan media sosial juga sangat membantu promosi barang atau jasa yang para pebisnis tawarkan.

Fenomena sepeda online ini juga membuat tren yang sangat positif di kalangan masyarakat. Mereka diajak untuk berolahraga dengan menggunakan sepeda untuk menunjang aktivitasnya. Ditambah lagi penggunaan sepeda ini akan sangat mengurangi polusi udara serta kemacetan di kota besar. Banyak sekali manfaatnya bukan?

Semoga bidang usaha yang memiliki inovasi dan manfaat yang sangat besar untuk masyarakat ini dapat terus dikembangkan. Bukan hanya di Cina, melainkan juga negara-negara lainnya termasuk Indonesia. (Indah Purnamasari/NGH)

Sumber: http://rri.co.id/post/berita/377945/feature/fenomena_sepeda_online_di_cina.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *