Membangun Wirausaha Sosial Bersama ‘Kitong Bisa’

Halo.. Indahistoria readers!

Hari ini saya akan posting tulisan saya sebagai koresponden di www.rri.co.id tentang social enterprises atau wirausaha sosial..

Please check it out! Semoga terinspirasi …

KBRN, Jakarta : Pendidikan merupakan hal penting untuk kemajuan suatu negara. Tanpa sumber daya manusia yang unggul, maka sulit bagi sebuah negara untuk melakukan pembangunan dan menjadi negara maju.

Hal inilah yang melatarbelakangi lahirnya organisasi non laba ‘Kitong Bisa’ pada 13 April 2009. Organisasi ini diinisiasi oleh Billy Gracia Mambrasar dan ayahnya. Pada awalnya organisasi ini melakukan kegiatan mengajar atau sekolah informal di kampung halamannya, Papua. Dari sinilah banyak pihak yang tertarik untuk berkonsultasi dengan Billy agar mereka dapat melakukan kegiatan sosial sejenis seperti yang dilakukan oleh Billy.

Billy mengatakan saat ini Kitong Bisa memberikan pelayanan konsultan wirausaha sosial dalam bidang manajemen pendidikan. Jasa konsultan ini terdiri dari manajemen proyek, strategi manajemen dan strategi pemasaran bagi segala macam wirausaha sosial atau kegiatan non laba dalam sektor pendidikan.

Kitong Bisa juga memberikan konsultasi untuk menjalankan program kampanye dan berbagai macam program CSR yang cocok dilakukan di Indonesia dan Asia Tenggara.

“Kitong Bisa memiliki tiga visi utama yaitu pendidikan, pengembangan sumber daya manusia dan kewirausahaan sosial,” ujar Billy saat diwawancarai melalui telepon oleh RRI, Selasa (9/5/2017).

Menurutnya, pendidikan atau sumber daya manusia yang baik juga harus bisa memecahkan permasalahan lapangan kerja atau pengangguran. Oleh karena itu, sejatinya pendidikan itu ditempuh bukan hanya untuk meraih gelar atau ijazah semata.

Kitong Bisa memiliki 9 orang tim inti yang handal. Billy sendiri selaku Co-Founder merupakan alumni dari Australia Development Scholarship dan mendapatkan kesempatan untuk menempuh Master jurusan Bisnis di Australian National University.

Tim  yang handal inilah yang membawa Kitong Bisa sehingga dapat berjalan sampai saat ini. Billy pun menegaskan meskipun Kitong Bisa merupakan organisasi non laba namun ia sendiri tak segan untuk bersikap tegas dalam hal kinerja organisasi. Menurutnya bahwa meskipun organisasi non laba, tapi kerja profesional dalam mencapai target-target organisasi juga perlu diterapkan.

Sampai saat ini Kitong Bisa telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak diantaranya Kedutaan Amerika Serikat untuk Indonesia, Austalia Awards Indonesia, Quatmo Foundation Vietnam, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, PT Freeport Indonesia, Universitas Atmajaya dan masih banyak lagi.

Saat ini Kitong Bisa sedang menggarap proyek terbaru yaitu pemberdayaan 200 wirausaha wanita di daerah Aceh dan Papua agar mereka dapat menjual produk khas mereka melalui online atau e-commerce platform dan sosial media.

Billy pun memberikan tiga saran utama bagi pembaca yang memiliki keinginan untuk membangun wirausaha sosial atau organisasi non laba seperti Kitong Bisa. Pertama adalah memiliki kunci visi yang tepat atau dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Kedua, harus memiliki pola pikir entrepreneur atau wirausaha. Dan yang terakhir adalah menjaga konsistensi dan terjun penuh waktu.

Apakah Anda tertarik untuk menjadi wirausaha sosial? Semoga dengan semakin bermunculannya wirausaha sosial di Indonesia maka permasalahan-permasalahan masyarakat akan dapat diatasi dan berkurang di masa yang akan datang. (Indah/SAS/DS)

http://rri.co.id/post/berita/390990/feature/membangun_wirausaha_sosial_bersama_kitong_bisa.html

Single Traveller, why not?

my passport that bring me far away from home

Now, I would like to tell you about my experience to be a single traveller. I can’t say that it was interesting enough, but I got a lot of meaningful lessons to be a survivor in the strange environment.. haha

Why I want to do travelling by myself? Simple answer, it’s SIMPLE!

Why simple? I can be flexible for the time or itinerary, I don’t need to worry that someone else will be lost during my travel time, I can decide everything quickly due to I just responsible for myself.

However,  the most negative thing is might be we will feel lonely during our trip. Furthermore, if you should do traveling by yourself then my tips might be useful for you. Check it out!

1. Prepare your personal stuffs early

Ensuring that your medicine and personal beauty stuffs have been put in your travel bag. If you forget to bring your underwear or your clothes might be you still can buy in the store, but we can’t guarantee that they will sell your medicine or beauty stuffs. Please pay attention with these matters!

2. Bring the stuffs that you think it will be expensive at your destination place

I am sure if you travel with a lot of money, it does not matter for you. So, just relax! However, if you are a backpacker then you need to pay attention. Me and my friends often to bring some instant foods or snacks in our travel bag to minimize our spent. Especially when we know that everything’s expensive in our destination country.

3. Browsing, browsing and browsing

Yeahh.. due to you just alone, please be careful with your safety. Asking your friends who have experiences before or read traveller’s blog to make a plan or estimation. The things that you need to browse are:

a. Do you need visa or any license to visit that country? If yes, please find out how to get it formally. If you choose agent services, please check about their credibility.

b. Where will you stay? The price and how to get there.

c. How many places that you plan to visit?

d. How to avoid scammers?

e. How much is your estimation budget during your travel?

f. Transportation route and map

g. How to change your foreign currency? (if you go abroad)

h. Where is restaurant or shop that sell your daily need? If you think it will hard to find one, you can bring your needs from your home.

i. The weather forecast, you can consider what kind of clothes that you will bring to your travel

j. Souvenir places and how to bargain with the sellers (if possible)

k. What kind of language that you will use or any way to reduce communication barrier.

l. How to use mobile phone or internet?

Yeahhh.. that’s all about my list to do when I want to travel. Hopefully you will get inspiration from it..

Happy to be a single travel!!

 

Toko Cat Lancar untuk Kelancaran Pengecatan Anda

Sedang terpikir untuk merenovasi kamar atau bosan dengan warna cat ruangan yang itu-itu saja?

Cat rumah sudah mulai mengelupas atau beladus? Sepertinya ini saat yang tepat untuk Anda mengganti cat rumah.

Toko Cat yang Mengerti Kebutuhan Anda

Baiklah, saat ini Anda siap untuk mengganti cat rumah Anda. Tapi, Anda masih bingung soal pemilihan warna, kualitas cat atau jenis cat yang akan digunakan. Jangan khawatir karena saat ini telah tersedia toko cat online yaitu Toko Cat Lancar yang bisa Anda kunjungi websitenya di www.tokocatlancar.com dan silahkan lihat referensi seputar perlengkapan pengecatan maupun hal lainnya yang berkaitan dengan dunia cat.

Toko Cat Lancar ini menjual perlengkapan cat yang sangat lengkap dari mulai cat duco, cat genteng, cat gypsum, cat kayu besi, cat tembok, amplas, kuas atau roll cat, bak cat dan masih banyak lagi. Selain itu website Toko Cat Lancar ini juga menyediakan kalkulator perhitungan kebutuhan cat Anda, menarik bukan?

Masih bingung atau butuh inspirasi? Silahkan bunga menu Blog di website Toko Cat Lancar dan Anda akan mendapatkan banyak artikel bermanfaat seputar pengecatan.

Masih bingung juga? Kunjungi website Toko Cat Lancar sekarang juga atau hubungi Toko Cat Lancar melalui kontak hotline 08122 8505050 (Whatsapp), PIN BB Lancar atau Line @tokocatlancar. Mudah dan praktis bukan?

http://contest.tokocatlancar.com?ref=LIOCAN523865

http://wp.me/p8DdC7-36

Bangga dengan BNI dalam Melayani Negeri Selama 70 Tahun

Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara dalam jasa perbankan, BNI telah hadir dan melayani bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke selama 70 tahun. Melayani untuk negeri dengan sepenuh hati dan profesionalisme adalah hal yang tergambar dalam pelayanan BNI terhadap nasabahnya.

Pengalaman Pribadi Menggunakan BNI

Pertama kali saya membuka tabungan BNI adalah jenis tabungan mahasiswa pada tahun 2007. Pada saat itu, Universitas Padjadjaran berkejasama dengan BNI dalam melakukan transaksi biaya pendidikan. Tabungan mahasiswa sangat menguntungkan bagi kami karena tidak mengenakan biaya bulanan walaupun kami mendapatkan kartu ATM seperti jenis tabungan BNI lainnya. Kerjasama BNI dengan pihak universitas juga sangat memudahkan para mahasiswa, kami tidak perlu repot mengantri panjang dan pergi ke kampus untuk membayar biaya pendidikan atau menerima uang beasiswa. Tinggal pergi ke cabang atau ATM BNI terdekat, kami sudah bisa melaksanakan kewajiban atau menerima hak kami sebagai mahasiswa. Sangat menguntungkan bukan?

Ketika saya dan teman-teman saya lulus kuliah dan bekerja, kebanyakan dari kami juga menerima gaji melalui transfer BNI. Terbukti bahwa BNI memiliki banyak jaringan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan di Indonesia, hal ini sekaligus membuktikan bahwa pelayanan BNI sangat kredibel sehingga dipercaya oleh banyak perusahaan. Selain kartu debit BNI, saya juga mendapatkan kepercayaan untuk mendapatkan pelayanan dari kartu kredit Gold BNI dengan logo Mastercard di dalamnya. Informasi yang saya dapatkan dari beberapa teman bahwa BNI cukup selektif dalam memberikan kartu kredit kepada nasabahnya. Saya pikir ini cukup bagus, BNI perlu berhati-hati dalam memilih nasabah kartu kredit apalagi saat ini makin marak penipuan dan nasabah kartu kredit yang tidak bertanggungjawab.

Masalah jaringan pelayanan tentu masyarakat Indonesia sepakat bahwa jaringan BNI tidak perlu diragukan lagi. BNI memiliki banyak cabang, ATM dan Agen 46 yang telah tersebar di penjuru negeri, baik kota besar maupun kota kecil. Tak ketinggalan layanan BNI Call 1500046 yang selalu dapat dihubungi setiap saat 24 jam non-stop membuat nasabah tidak perlu kebingungan lagi untuk melakukan transaksi karena persoalan waktu.

BNI juga kian mengembangkan sayapnya sejalan dengan kemajuan pesat teknologi. Layanan e-banking BNI adalah jawaban untuk kemudahan yang ditawarkan dari teknologi. Dengan mengandalkan gadget, para nasabah bisa langsung melakukan transaksi  dengan cepat, aman dan mudah. Tak perlu biaya transportasi untuk menjangkau cabang atau ATM BNI serta nasabah dapat menghemat lebih banyak waktu.

Jalan-jalan ke shopping mall atau pusat perbelanjaan serta acara besar? Anda tak perlu khawatir dan repot-repot membawa banyak uang tunai. Tinggal bawa satu buah kartu debit atau kredit BNI, Anda sudah bisa berbelanja dengan nyaman dan mudah. Saya sering sekali menggunakan kartu BNI di restoran, toko baju, sepatu, supermarket, apotik, klinik, rumah sakit, pusat kebugaran dan masih banyak lagi. Selain mudah dan praktis, tak jarang kita juga mendapatkan diskon menarik ketika berbelanja dengan kartu BNI. Kurang apa lagi BNI dalam melayani nasabahnya?

Sejarah BNI

Berkaitan dengan banyaknya pelayanan yang BNI berikan kepada nasabahnya saat ini, saya jadi tergerak untuk mencari tahu sejarah BNI dan pelayanan apa saja yang BNI tawarkan zaman dulu kepada rakyat Indonesia. Kemudian, mulailah saya mencari tahu melalui internet dan saya menemukan beberapa fakta menarik yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan, diantaranya:

1. BNI didirikan pada tanggal 5 Juli 1946 dan merupakan bank pertama milik negara yang lahir setelah kemerdekaan Indonesia.

Menarik di sini karena saya baru sadar kenapa BNI sering disebut dengan identitas BNI 46. Ternyata nama tersebut berkaitan dengan tahun kelahiran BNI sendiri. Jadi merasa lucu sendiri karena dulu saya sempat berpikir kalau angka 46 itu mungkin berkaitan dengan alamat lokasi BNI pertama kali, mungkin nomor gedungnya pada saat itu adalah 46 sehingga dikenal menjadi BNI 46.

2. Lahir pada masa kemerdekaan Repubilk Indonesia ternyata BNI juga sempat berfungsi sebagai bank sentral dan bank umum (lihat Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang No.2/1946) sebelum akhirnya beroperasi sebagai bank komersial sejak tahun 1955. ORI atau Oeang Republik Indonesia sebagai alat pembayaran resmi yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia pada 30 Oktober 1946 dicetak dan disebarkan oleh BNI.

Fakta ini belum pernah terpikirkan oleh saya sebelumnya. Saya tidak menyangka kalau BNI pernah menjadi mantan bank sentral Indonesia. Mungkin boleh juga kalau nanti saya cari dokumentasi tentang bentuk ORI yang pernah diedarkan oleh BNI.

3. Dalam perjalanannya, layanan BNI semakin bervariasi dengan jangkauan yang cukup luas dari Sabang sampai Merauke. Mulai tahun 1960-an BNI memperkenalkan berbagai macam layanan perbankan seperti Bank Terapung, Bank Keliling, Bank Bocah dan Bank Sarinah.

Wow untuk Bank Terapung! Ini fakta yang sangat menarik bagi saya, belum pernah saya terpikir dengan layanan Bank Terapung yang menurut BNI memiliki tujuan utama untuk melayani masyarakat yang tinggal di daerah Kepulauan dan sulit dijangkau dengan transportasi darat.

Demikian 3 fakta menarik tentang sejarah dan pengalaman pelayanan BNI bagi masyarakat Indonesia versi Indah Purnamasari. Saya pribadi menjadi semakin yakin sebagai nasabah BNI setelah mengetahui sejarah bank ini karena BNI sudah teruji memiliki pelayanan yang prima selama puluhan tahun berkiprah di Indonesia.

Layanan Perbankan BNI

Sebagai nasabah BNI selama kurang lebih 10 tahun, hingga saat ini saya memiliki jenis simpanan BNI Taplus, Kartu Debit Silver dan Kartu Kredit Gold. Tak lupa saya juga menggunakan layanan e-banking, cukup dengan token dan koneksi internet saya dapat bertransaksi atau sekedar mengecek saldo tanpa harus pergi ke cabang atau ATM BNI. Cukup merasa puas dan yang terpenting adalah keamanan. Karena BNI merupakan bank pemerintah sehingga saya merasa yakin bahwa dana saya akan tetap terjaga di BNI.

Berikut adalah layanan BNI lainnya yag dapat Anda coba jika sesuai dengan kebutuhan diantaranya  layanan simpanan BNI Taplus, BNI Pelajar, BNI Dollar, BNI Deposito, Safe Deposit Box, layanan pinjaman BNI Griya, BNI Wirausaha, BNI Oto, BNI Cerdas, kartu debit dan kredit, layanan e-banking BNI, traveller’s cheque, kiriman uang internasional, simpanan pensiun, produk asuransi BNI dan masih banyak lagi layanan perbankan lainnya yang dapat Anda lihat di www.bni.co.id

Layanan BNI e-banking salah satu layanan favorit yang memudahkan aktivitas nasabah

Masih belum punya tabungan BNI? Halo! Yuk, segera buka dan percayakan dana Anda di BNI yang sudah terbukti melayanani masyarakat Indonesia sejak 70 Tahun.

#PengalamanBersamaBNI , BNI Melayani Negeri, Kebanggaan Bangsa

Revitalisasi Pendidikan Vokasi dalam Menghadapi Tantangan Global

Saat ini dunia telah memasuki era globalisasi atau dikenal juga dengan global  village. Dengan pesatnya kemajuan teknologi, jarak bukan lagi menjadi hambatan yang berarti. Dunia seolah menjadi sempit sehingga semua orang dapat saling berinteraksi dan mengambil manfaat dari negara-negara lain. Kemajuan teknologi ini haruslah kita diapresiasi dan dimanfaatkan. Namun,   tantangan dalam era globalisasi tidak boleh diabaikan. Misalnya, dengan semakin terbukanya keadaan suatu negara maka persaingan menjadi hal yang tidak bisa dihindari.

Kabar baik tentu bagi negara yang telah memiliki kesiapan, terutama dari segi sumber daya manusia yang unggul. Mereka sudah siap bersaing dan mengambil keuntungan maksimal dari globalisasi ini karena pasar mereka menjadi semakin luas. Lalu, bagaimanakah dengan Indonesia?

Indonesia yang terdiri dari lebih 17 ribu pulau memiliki kekayaan sumber daya alam yang tidak perlu dipertanyakan lagi. Hutan, lahan yang subur, minyak, gas, tambang, laut dan iklim tropis yang sempurna ini merupakan kekayaan yang bisa menjadi modal kita dalam menghadapi pasar global. Namun, bagaimana dengan keadaan sumber daya manusia?

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki populasi yang sangat besar di dunia yakni lebih dari 250 juta penduduk. Keuntungan ini ditambah dengan komposisi penduduk Indonesia yang kebanyakan adalah usia produktif. Apalagi pada tahun 2045 mendatang, Indonesia diprediksi akan memiliki bentuk piramida penduduk yang sangat ideal yaitu 70% penduduk Indonesia berada pada usia produktif dengan usia diantara 25-45 tahun. Dari segi kuantitas, tentu tidak perlu dipertanyakan bahwa SDM Indonesia sangatlah cukup untuk melakukan pembangunan dan memajukan tanah air kita tercinta.

Sedangkan dari segi kualitas sumber daya manusia sendiri, menurut data UNDP (UNITED Nations Development Programme) pada 2017 bahwa peringkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia semakin menurun, dari peringkat 110 menjadi 113 dari 188 negara yang masuk dalam data survei. Laporan UNDP ini menjadikan Indonesia sebagai kategori pembangunan manusia tingkat menengah atau stagnan dari kategori tahun sebelumnya.

Hal ini tentunya merupakan cambukan yang sangat keras bagi Indonesia, bagaimana jumlah populasi dan kekayaan alam yang kita miliki belum bisa kita maksimalkan untuk mendorong kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, seluruh elemen harus bahu membahu untuk membangun negeri ini dan mewujudkan Masterplan Percepatan Pembangunan Perekonomian Indonesia (MP3EI) yakni pada tahun 2045, Indonesia akan menjadi salah satu dari tujuh kekuatan ekonomi dunia dengan pendapatan perkapita USD 47.000.

Melihat fenomena dan konsekuensi globalisasi yang membuat orang-orang dapat memperoleh pekerjaan di luar batas negara mereka sendiri, maka sudah menjadi kewajiban bagi setiap insan untuk meningkatkan kualitas diri guna menghadapi persaingan global ini.

Dalam kunjungannya ke Shanghai menemui WNI pada September 2016 lalu, Presiden Jokowi menerangkan bahwa saat ini kita tidak bisa mundur atau menolak terhadap persaingan global. Saat ini kita perlu mempersiapkan diri agar tidak tertinggal dari negara-negara lain.

Untuk menghadapi kompetisi global dalam peningkatan sumber daya manusia, pemerintah melakukan revitalisasi pendidikan vokasi yang dituangkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan Dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Sumber Daya Manusia Indonesia. Dalam inpres tersebut secara rinci disebutkan instruksi kepada 11 Kementerian dan Lembaga yang ada di Indonesia untuk melakukan strategi dalam revitalisasi pendidikan vokasi sesuai kapasitas dan domainnya masing-masing.

Dalam Inpres tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendapatkan beberapa tugas yaitu membuat peta jalan pengembangan SMK, menyempurnakan dan menyelaraskan kurikulum SMK dengan kompetensi sesuai dengan kebutuhan pengguna lulusan (link and match), meningkatkan jumlah dan kompetensi bagi pendidik dan tenaga kependidikan SMK, meningkatkan kerja sama dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan dunia usaha/industri, meningkatkan akses, sertifikasi lulusan SMK dan akreditasi SMK serta membentuk Kelompok Kerja Pengembangan SMK.

Di sini penulis menilai bahwa Pemerintah telah cukup serius dengan menerbitkan payung regulasi guna meningkatkan kualitas SDM Indonesia melalui revitalisasi pendidikan vokasi. Hal ini patut kita apresiasi dan jalankan dengan sangat baik. Apalagi jika kita melihat contoh negara lain seperti Jerman yang sudah berhasil memerangi pengangguran di negaranya melalui pendidikan vokasi ini. Pendidikan vokasi adalah jawaban untuk menghasilkan SDM berkualitas dan terampil sehingga bisa memenuhi kebutuhan lapangan kerja. Selain itu, kerjasama atau integrasi antara dunia akademik dengan dunia usaha/industri dapat menciptakan tenaga yang siap pakai ketika mereka lulus nanti, malah lebih baik lagi jika mereka secara langsung dapat dipekerjakan oleh industri tersebut.

Dalam kaitannya dengan tantangan global, strategi pendidikan vokasi ini merupakan langkah yang aplikatif. Bayangkan saja jika lapangan atau kesempatan kerja terbuka lebar karena globalisasi dan SDM Indonesia sudah siap pakai, maka angka pengangguran Indonesia tentu akan kian menurun di masa depan. Sebaliknya jika banyaknya lapangan kerja namun kondisi SDM Indonesia yang terampil atau siap pakai masih minim, maka tetap saja SDM Indonesia sulit terserap dan lebih parahnya lagi pemberi kerja terpaksa mempekerjakan tenaga kerja dari negara lain meskipun wilayah usahanya berada di Indonesia.

Kondisi demografis dengan banyaknya jumlah penduduk usia produktif juga sangat sesuai bila dihubungkan dengan pendidikan vokasi. Usia produktif bekerja dengan pemberian pendidikan vokasi akan menghasilkan tenaga kerja mumpuni baik dari segi usia/ fisik dan kualitas. Malahan dengan cepatnya penduduk Indonesia yang dapat langsung bekerja di industri dan meraih pengalaman dapat mendorong mereka untuk mengaplikasikan pengalaman kerja yang mereka peroleh untuk membuka lapangan kerja baru. Hal ini tentulah bukan hanya mimpi dan sangat logis untuk dicapai jika seluruh elemen negara bahu-membahu menjalankan revitalisasi pendidikan vokasi. Indonesia bisa menjadi Jerman masa depan dan memerangi pengangguran melalui pendidikan vokasi.

Sebagai kesimpulan, penulis menekankan bahwa persaingan saat ini kian kompetitif dan sudah berada di depan mata. Masyarakat Ekonomi ASEAN dan tren pesatnya kemajuan teknologi serta perdagangan internasional yang terjadi di seluruh dunia haruslah kita sikapi dengan baik dengan persiapan yang matang. Jangan sampai kekayaan alam dan bonus demografi yang telah kita miliki dan patut untuk kita syukuri ini menjadi boomerang tersendiri. Bukannya sebagai modal untuk bersaing dan membangun negeri, tapi malah membuat kita terlena dan luput dari persiapan kita untuk menjawab tantangan global.

 

Dimuat di media online Radio Republik Indonesia : http://rri.co.id/post/berita/383255/ruang_publik/revitalisasi_pendidikan_vokasi_dalam_menghadapi_tantangan_global.html

 

Being Efficient with Subway

This morning, I just went to the conference so early. The distance between my home and the conference place is so far away. But, I need to feel grateful due to Nanjing has metro or subway. This fast train is really help me a lot. I need to pass 25 stations to catch the conference place, could you imagine how far is it? I will be so tired and difficult if Nanjing doesn’t have subway. Maybe I need to take a bus for so many hour. Furthermore, the subway`s tariff in Nanjing is also cheap enough.

 
Then, I was thinking randomly about subway construction in Jakarta. I am happy to hear that due to Jakarta`s traffic is so terrible. So, subway will really helpful for Jakarta citizen.

 
In my opinion, subway has some benefit than other public transportation. First, you can estimate your journey time due to subway is rare to delay and can avoid traffic jam. Second, subway has clear route or map that can make the passenger know the route easily. Last, subway is very fast that can make your time more efficient.

 
Are you subway lovers?